DAFTAR PESANTREN

Siang hari udara panas, pasar purwodadi yang sumpek dan orang lalu lalang di koridor pasar yang sempit, dagangan pating glethak ga karu-karuan. “Toko 99” milik kakakku yang ramai pembeli semakin menambah gerah panasnya siang itu. “sido ora ndaftar nang solo?” tanya kakak mbarepku sambil kipas2, “nek sido ben diterno mas tato…!” lanjutnya sambil menghitung uang dari pembeli. “s i d o..” jawabku saknaliko.
Berangkatlah bertiga menuju solo, aku, adikku dan mas tato, naik becak menuju simpang lima, nyegat bis jurusan purwodadi solo. diperjalanan aku melamun terus, bayanganku tentang pesantren yang belum jelas, teman2ku yang harus tak tinggal. kampung halamanku yang tak tinggal. tempat kerjaku ketika aku MTs di rumah Mas Sugik, motongi bahan untuk buat tas dan dompet juga tak tinggal. ya sudahlah, aku harus pasrah dan kuat, adikku aja siap, masak aku tidak?
Akhirnya sampailah di terminal solo tirtonadi, “bar iki numpak opo yo?” kakakku ngomong sendiri pas turun dari bis. akhirnya dia tanya pada loket peron, “pak, Nuwun sewu, nek badhe teng kartasuro numpak nopo nggih?” tanya kakakku sajak di kromo2inggilne. “njenengan numpak sunar adi mawon” maksud pak loket itu, kami diminta naik bis kecil “sunar adi” jurusan kartasura. menunggu…menunggu .. bis yang ditunggu ga datang juga, karena dulu aku masih kecil, jadi nunggunya ga bisa sambil rokokan, sms-an, apalagi dengerin MP3, belum usum waktu itu.
Nah,, bis yang ditunggu datang juga, bisnya penuh, kebanyakan anak2 mahasiswa UMS. akhirnya perjalanan dari terminal ke UMS dilalui sambil berdiri. Setelah naik becak dari UMS 300 meter, sampailah di pintu gerbang Pondok Assalaam, sudah disambut oleh selembar kain spanduk “selamat datang calon santri Assalaam”. hatiku deg2an, dalam berkata2 “ini tah assalaam, baunya seperti ini, gedungnya seperti ini, ada gelora assalaam warna kuning yang megah dan besar. tidak seperti yang aku bayangkan tadi ketika dalam bis.
Setelah beli formulir aku, adikku dan masku, ngisi formulir bareng2. pertanyaannya aneh2. misalnya warna rambut, warna kulit, penyakit yang pernah diderita dll dll. Masku bertanya “Mus, enake warna rambut diisi opo?” tak jawab terserah. “diisi ireng mangkak, kulit ireng mbesisik, penyakit yang pernah diderita seprti panu kadas kurap gatal jamur dll dll yang serba nggilani, tapi akhirnya tidak diisi seperti itu, yang wajar2 saja.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s